Saturday, 21 October 2017

Kumpulan Font(Fontpack)

hallo gays ketemu lagi nih sama ane 😂

Nih bagi yg suka dunia editing apa lagi yg suka dengan typography art ane kasih font pack nih

langsung aja ke link downloadnya DISINI

Friday, 20 October 2017

Cara melihat chat Whatsapp(WA) pada pasangan atau keluarga

hallo gays ketemu lagi nih sama ane 😂
oke sekarang ane bakal kasih tau nih bagi kalian kalian yg pengen tau  apa aja sih isi chat whatsapp entah pasangan atau keluarga anda.
Caranya cukup gampang sih gays
pertama-tama download aplikasi bernama whatsweb yg bisa kalian dapetin di playstore atau bisa juga download DISINI

kalau udh di download lalu install nih caranya buat masukin chat si korban ke hp lu
     1.Buka aplikasi


     2.Kemudian klik start


     3.Buka aplikasi whatsapp korban lalu pilih whatsweb seperti gambar berikut

     4.Gunakan hp korban untuk me-scan barcode kita
     5.Selesai dan selamat anda sudah bisa melihat chat pada Whatsapp korban juga bisa membalasnya


Tuesday, 17 October 2017

Cara Setting Acces Point Name(APN)

oke gays ketemu lagi nih dengan ane 😂
kalau hp agan semua tidak muncul jaringan selulernya entah itu E, H+, 3g, atau 4g mungkin karena APN nya belum di setting
sebelum ane kasih tau cara setting APN, kita pelajari dulu tentang apn

Pengertian APN
     APN / Access Point Name adalah sebuah gateway yang berfungsi untuk mengidentifikasi sebuah jaringan yang nantinya dipakai untuk menghubungkan sebuah ponsel / PC ke Internet.

oke tanpa basa basi lagi nih ane kasih tau cara setting apn
1.buka pengaturan
2.kemudian pada umumnya android pada menu jaringan pilih lainnya seperti yg ane tandain merah > kemudian pilih jaringan seluler


 kalau di xiaomi dan beberapa hp lainya bisa pilih kartu sim & jaringan seluler


3.lalu pilih Acces Point Name/APN/Nama Titik Akses
kalau di hp xiaomi bisa pilih sim 1 atau sim 2 pada menu setelan kartu sim
4.kemudia apn baru
5.isi apn sesuai provider kalian gays
XL/Axis
Nama : internet
APN : internet
Nama pengguna : (kosong)
Kata Sandi :(kosong)
atau
Nama : XL GPRS
APN : www.xlgprs.net
Nama pengguna : xlgprs
Kata Sandi : proxl

Three (3)
Nama : 3data
APN : 3data
Nama pengguna : 3data
Kata sandi : 3data
atau
Nama : 3gprs
APN : 3gprs
Nama pengguna : 3gprs
Kata sandi : 3gprs

Indosat
Nama : Indosat
APN : indosatgprs
Nama pengguna : indosat
Kata sandi : indosat

Telkomsel
Nama : telkomsel gprs
APN : telkomsel
Nama pengguna : wap
Kata sandi : wap123

Smartfren
Nama : smartfren4g
APN : smartfren4g
Nama pengguna : smartfren
Kata sandi : smartfren

Monday, 16 October 2017

Cara Registrasi Ulang Kartu Perdana




hello gays ketemu lagi dengan ane nih 😂
oke disini ane mau bahas tentang registrasi kartu perdana Sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 23/Kemenkominfo/10/2005 Sekarang pengguna SIM card prabayar di Indonesia wajib melakukan registrasi kartu SIM untuk pembelian baru, dan harus menggunakan kartu identitas berupa KTP/Paspor/SIM/Kartu Pelajar.Hal ini dilakukan demi mengantisipasi penyalah gunaan kartu perdana.

•Registrasi kartu baru
     Nomor NIK#NOMOR KK kirim ke 4444
       °contoh : 330808....#330808.... kirim ke 4444

•Registrasi ulang
     ulang#Nomor NIK# Nomor KK kirim ke 4444
       °contoh : ulang#330808....#330808.... kirim ke 4444
  #untuk perdana XL dan Axis bisa juga dengan cara
    - ulang#Nomor NIK#Nama Ibu kirim ke 4444
       °contoh : ulang#330808....#syahrini kirim ke 4444

oke gays semoga bermanfaat ya 😂

Tuesday, 28 March 2017

CM 11 for Samsung Galaxy Fame

oke gaes nih berhubung banyak yang cari CM11 dan kebanyakan link udah mati mimin share nih buat kalian Famers


Langsung aja download bahannya
  1. CWM CM11
  2. CustomRom CM11 Galaxy Fame
  3. GAPPS CM11 Galaxy Fame 
  4. Fix CanRecord1
  5. Fix CamRecord2 
TuTorial Install :
  1. Pertama install terlebih dahulu CWM untuk CM11
  2. Kemudian Wipe data
  3. Wipe cache
  4. Lalu pilih ke advance
  5. Wipe cache partition
  6. Jika sudah langsung intsall CM11
  7. Kemudia Install GAPPS jika diperlukan
  8. Lalu install Fix Can1
  9. Diteruskan Install Fix Cam2
  10. Jika sudah selesai bisa langsung reboot system(biasanya memerlukan waktu cukup lama untuk booting pertama jadi mohon bersamar) 
Jika kalian ingin mempercatik tampilan serta menambah sound effek nih ane sekalian share buat kalian System UI dan Dolby biar CM11 makin greget :D
 Cara Installnya masih sama
  1. Masuk CWM
  2. Install From SD
  3. Kemudian pilih file (dolby/system UI)
  4. Reboot system
  5. selesai

NB :
•untuk mengaktifkan multisim via Terminal Emulator

  1. su (enter)
setprop persist.radio.multisim.config dsds

•untuk menonaktifkan multisim via Terminal Emulator
su (enter)
setprop persist.radio.multisim.config none

Tuesday, 21 February 2017

Cara Setting Microtik Winbox


Setting Mikrotik Sebagai Gateway Dengan Winbox

         Mikrotik sebagai gateway adalah salah satu konfigurasi yang paling sering ditemui selain sebagai manajemen bandwidth. Mikrotik sebagai gateway maksudnya adalah router mikrotik dimanfaatkan sebagai pintu gerbang tempat keluar masuknya paket dari dan ke internet, jadi semua paket akan dilewatkan melalui Mikrotik. Topologi yang digunakan pada jaringan model ini sangat sederhana, karena konfigurasi ini juga adalah konfigurasi dasar bagi seseorang yang ingin belajar tentang Mikrotik. Setiap orang yang ingin belajar tentang Mikrotik harus bisa melakukan konfigurasi ini. Berikut gambar yang saya buat untuk menggambarkan topologinya.

Topologi yang digunakan


Jangan lupa Download dulu aplikasi winbox ; Disini

Langkah-Langkah

1.Login ke router mikrotik menggunakan winbox, untuk login pertama kali menggunakan winbox menggunakan MAC Address router, karena IP Address belum dikonfigurasi sebelumnya.
2.Pada menu login diketikan user admin, dengan password kosong kemudian klik pada connect, akan ditampilkan seperti gambar di bawah ini 
3.Langkah berikutnya adalah memberikan IP Address pada ether1 dan ether2, dimana ether1 untuk jaringan yang menuju ke public atau internet, dan ether2 untuk jaringan ke local. Langkahnya adalah dengan klik menu IP > Address. Pada menu Address klik menu + merah, kemudian isikan IP Address dan pilih interface sesuai dengan topologi.

4.Setelah IP Address baik ether1 dan ether2 dibuat, langkah berikutnya adalah memberikan IP routegateway.Klik pada menu IP > Routes, kemudian klik menu + merah, kemudian isikan IP Route Gateway-nya.
5.Langkah berikutnya adalah memasukkan IP DNS Server, DNS Server diperlukan agar router dapat mengenali domain di Internet seperti google.com, facebook.com, dan lain sebagainya.Untuk memasukkan IP DNS Server, klik menu IP > DNS, kemudian isikan IP DNS yang digunakan

6.Langkah terakhir adalah memberikan firewall nat pada router, hal ini dilakukan agar jaringan local dapat dikenal oleh jaringan luar, perintah yang digunakan adalah seperti gambar di bawah ini



Setelah semua konfigurasi di atas selesai dilakukan, langkah berikutnya adalah mengecek seluruh hasil konfigurasi tersebut.

  • Melihat IP Address

Melihat Route Gateway
  • Melihat IP DNS Server

  • Melihat Firewall NAT




  • Mengecek koneksi pada gateway 192.168.210.1



  • Mengecek koneksi IP DNS Server

Mengecek koneksi Internet


Konfigurasi pada router sudah selesai, kemudian tinggal melakukan konfigurasi IP Address pada komputer client.Konfigurasi yang dilakukan adalah memberikan IP Address sesuai dengan IP Address yang digunakan pada ether2 atau jaringan local seperti gambar di bawah ini

Setelah konfigurasi IP Address selesai, langkah berikutnya adalah mengecek koneksi jaringan
tersebut melalui command prompt dengan perintah :

1..Melihat konfigurasi IP Address buka CMD dan masukkan perintah ipconfig
2.Mengecek koneksi gateway pada ether2
3.Mengecek koneksi pada route gateway
4.Mengecek IP DNS Server
5.Mengecek koneksi Internet

6.Mengecek koneksi Internet menggunakan web browser



Khutbah jumat "Makna Perjalan Hidup"

Khutbah Pertama:

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا و مِنْ َسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ
اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن
يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
أَمّا بَعْدُ
Innal hamdalillahi nahmaduhu wa nasta’iinuhu wa nastaghfiruhu wa na’uudzubillaahi min syuruuri anfusinaa wa min sayyiaati a’maalinaa mayyahdihillaahu falaa mudhillalahu wa mayyudhlilfalaa haadiyalahu.Allahumma sholli wa sallam ‘alaa muhammadin wa ‘alaa alihii wa ash haabihi wa man tabi’ahum bi ihsaani ilaa yaumiddiin.yaa ayyuhalladziina aamanuu ittaqullaaha haqqa tuqaatihi wa laa tamuutunna ilaa wa antum muslimuun.ammaa ba’du.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Seiring roda kehidupan yang terus berputar, jumat demi jumat pun berlalu, seiring itu pula khutbah demi khutbah telah sering kita dengarkan, sebagai satu ikhtiar bagi kita untuk menasehati diri agar senatiasa patuh dan tunduk kepada Allah Sang Pencipta. Melalui khutbah-khutbah itu pula, kesadaran kita seringkali muncul seketika, disertai tekad untuk menjadi hamba-Nya yang benar-benar taat. Namun, padatnya rutinitas dengan berbagai persoalan yang kita hadapi sehari-hari, acap kali membuat kesadaran dan tekad itu pelan-pelan luntur bahkan sirna. Oleh sebab itulah, melalui mimbar jumat ini, marilah kita berupaya secara lebih sungguh-sungguh memperbaharui iman dan ketaqwaan kita kepada Allah, memperbaiki kembali komitmen kita kepada Allah yang sering kita nyatakan berulang kali namun jarang diresapi, sebuah komitmen yang mestinya selalu menyertai setiap perjalanan hidup kita, sebagaimana yang selalu kita lafalkan di dalam shalat:

إِنَّ صَلاَتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَالِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ.

“Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada satu pun sekutu bagi-Nya, demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri.”

Kaum Muslimin Jamaah Jum’at yang berbahagia,
Al-Imam Abul Fida’ Imaduddin Ismail bin Umar bin Katsir al-Qurasyi al-Bushrawi ad-Dimasyqi, atau yang lebih dikenal dengan nama Imam Ibnu Katsir, seorang ahli tafsir ternama, ahli hadits, sejarawan serta ahli fiqih besar abad ke-8 H, menerangkan di dalam tafsirnya, bahwa suatu ketika Umar bin Khathab RA bertanya kepada seorang sahabat bernama Ubay bin Ka’ab RA tentang “taqwa”. Walaupun istilah taqwa tersebut merupakan sesuatu yang sudah sangat mereka ketahui, namun bertanya satu sama lain di antara mereka dalam rangka lebih mendalami maknanya adalah hal yang sangat lumrah dan mereka sukai. Ubay bin Ka’ab lalu balik bertanya: “Wahai Umar, pernahkah engkau melewati jalan yang penuh duri?”, Umar bin Khathab menjawab, "Ya, saya pernah melewatinya”. Kemudian Ubay bertanya lagi: “Apa yang akan engkau lakukan saat itu?”. Umar menjawab: “Saya akan berjalan dengan sangat berhati-hati, agar tak terkena duri itu”. Lalu Ubay berkata: “Itulah takwa”.

Dari riwayat ini kita dapat mengambil sebuah pelajaran penting, bahwa taqwa adalah kewaspadaan diri, rasa takut kepada Allah, kesiapan diri, kehati-hatian agar tidak mudah terjebak dalam duri-duri syahwat dan syubhat di tengah perjalanan menuju Allah, menghindarkan diri dari perbuatan syirik, dan sekuat tenaga meninggalkan perbuatan maksiat dan dosa, serta berjuang sungguh-sungguh dalam mentaati dan melaksanakan perintah-perintah Allah dengan hati yang tunduk dan ikhlas.

Hadirin Jama’ah Jum’at rahimakumullah,
Setiap orang yang beriman pasti menyadari bahwa kehidupan di muka bumi ini bukanlah tanpa batasan waktu. Setiap orang menjalani kehidupan sesuai “kontraknya” masing-masing dalam batas waktu yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Umur manusia berbeda satu dengan lainnya, begitu pun amal dan perbuatannya. Setiap mukmin akan menyadari bahwa ia tidak akan selamanya hidup dan tinggal di dunia ini; bahwa keberadaannya di alam ini hakikatnya sedang menempuh proses perjalanan panjang menuju kehidupan akhirat yang kekal dan hakiki. Sikap yang demikian sungguh sangat berbeda dan bertolak belakang dengan sikap orang-orang yang hakikatnya tidak beriman. Sebagaimana hal ini disinggung dalam firman Allah SWT:

بَلْ تُؤْثِرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا. وَالآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى
(Bal tu tsiruunal hayaatad dunyaa. Wal aakhiratu khairuw wa abqaa.)

"Akan tetapi kalian (orang-orang yang ingkar) justeru lebih memilih kehidupan duniawi. Padahal sungguh kehidupan akhirat itu jauh lebih baik dan kekal. (QS. al-A’la: 16-17).

Hadirin Jama’ah Jum’at yang dimuliakan Allah,
Terkait bagaimana seharusnya kita memanfaatkan hidup, jika kita membuka lembaran kisah-kisah ulama salafus shalih terdahulu, kita akan menemukan karakteristik amal yang berbeda satu dengan yang lainnya. Dalam konteks keilmuan misalnya, di antara mereka ada yang konsen pada bidang kajian tafsir, hadits, fiqih, akhlak, tasawuf, dan berbagai macam kajian ilmu lainnya. Namun, satu titik persamaan yang dapat kita temukan dari berbagai macam amal kajian yang digeluti para ulama tersebut, adalah ketulusan dan kesungguhan hati mereka dalam beramal demi memberikan sumbangan terbaik untuk mendidik kehidupan manusia. Sebuah amal yang tidak hanya bersifat pengabdian diri secara personal antara seorang hamba dengan Tuhannya (ibadah munfaridah), namun juga memiliki nilai manfaat yang luar biasa bagi umat manusia dan generasi setelahnya hingga sekarang (ibadah ijtima’iyah). Dalam hal ini, kiranya patut kita renungkan kembali firman Allah berikut:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ
(waibtaghi fiimaa aataaka allaahu alddaara al-aakhirata walaa tansa nashiibaka mina alddunyaa wa-ahsin kamaa ahsana allaahu ilayka walaa tabghi alfasaada fii al-ardhi inna allaaha laa yuhibbu almufsidiina)

“Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu berupa (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan nasibmu di dunia; berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. al-Qashash: 77).

Hadirin yang dirahmati Allah,
Dari ayat ini kita dapat menggali beberapa point penting tentang prinsip-prinsip yang perlu kita pedomani dalam menjalani kehidupan di muka bumi:

Pertama, prinsip mengutamakan kebahagiaan akherat. Prinsip ini menganjurkan kita agar dalam melaksanakan urusan-urusan duniawi, hendaknya selalu dibarengi dengan mempertimbangkan nilai-nilai ukhrawi. Dalam hal ini, penting dipahami bahwa mengutamakan kebahagiaan akherat bukan berarti mengabaikan sama sekali persoalan duniawi. Artinya, dalam melakukan aktifitas apapun di dunia ini, dalam pekerjaan dan profesi apapun, hendaknya semua itu kita landasi atas dasar ibadah kepada Allah SWT demi meraih ridho-Nya dan berharap kebahagiaan kelak di akhirat. Dengan prinsip ini, maka segala prilaku dan usaha kita di dunia, apapun bentuknya, akan senantiasa terarah dan terjaga sekaligus bernilai ibadah, serta tidak mudah melakukan upaya-upaya kotor dengan menghalalkan segala cara demi meraih ambisi-ambisi atau syahwat duniawi.

Kedua, prinsip yang dalam ayat di atas disebutkan dalam bentuk perintah (fi’il amr): ‘ahsin’, yakni agar kita senantiasa berbuat kebaikan. Artinya, dalam melakukan aktifitas apapun, hendaknya selalu kita orientasikan untuk tujuan berbuat baik terhadap sesama, tidak sebatas memaknai kebaikan hanya untuk diri atau kelompok kita sendiri. Dengan prinsip ini, seseorang akan terhindar dari sikap ananiyah (egoisme), sebuah sikap yang sering menjadi sumber pertikaian dan permusuhan antar sesama. Selain itu, prinsip ini akan menumbuhkan sikap selalu berprasangka baik (husnudzan) kepada orang lain, serta memupuk sikap tasamuh (toleransi) dan saling menghargai.

Ketiga, prinsip “walaa tabghil fasada fil ardh’”, yaitu prinsip tidak berbuat keonaran dan kerusakan di muka bumi. Bila prinsip ini dipegang secara teguh dan sungguh-sungguh, seseorang akan dapat dengan mantap mewujudkan prinsip yang kedua, yakni kemampuan berbuat baik terhadap sesama dibarengi kemampuan menghindari kerusakan. Dalam situasi tertentu, bahkan prinsip ketiga ini harus lebih diprioritaskan ketimbang prinsip yang kedua, yaitu apabila misalnya kita dihadapkan pada 2 pilihan dalam situasi yang serba sulit dan dilematis: “antara berbuat baik (mengambil mashlahat namun kontraproduktif) ataukah mencegah kerusakan?!”. Sebagaimana dalam sebuah kaidah ushul al-fiqhiyah disebutkan: “dar’ul mafaasid muqaddamun ‘alaa jalbil mashaalih” (mencegah kerusakan, harus lebih didahulukan dari pada mengambil mashlahah atau kebaikan). Untuk menerapkan prinsip ini dan membiasakannya dalam prilaku kita sehari-hari, paling tidak, harus kita mulai dari hal-hal kecil, seperti: jika kita merasa tidak bisa berbuat baik kepada orang lain, minimal kita jangan suka menyakiti orang lain; jika kita sulit untuk bertutur kata yang baik kepada orang lain, minimal kita tidak perlu mencela atau melukai hati orang lain dengan perkataan kita, artinya kita lebih baik diam” (qul khoiran aw liyashmut). Prinsip ini juga sangat penting dipahami dalam konteks upaya amar ma’ruf nahi munkar, artinya, sebuah upaya amar ma’ruf (kebaikan) tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang munkar (cara-cara yang merusak, anarkis, bertentangan dengan hukum dan prinsip-prinsip syariat). Karena ketidakpahaman akan prinsip ini akan mengakibatkan seseorang atau sekelompok orang dengan mudah melakukan aksi-aksi brutal, anarkis, radikal, bahkan tindakan terorisme dengan mengatasnamakan “jihad” dan “agama”, sebagaimana yang marak terjadi akhir-akhir ini. Prilaku semacam itu sesungguhnya amat bertentangan dengan hakikat ajaran Islam itu sendiri sebagai rahmatan lil ‘alamin (penebar kasih sayang dan kedamaian bagi alam semesta). Sehingga tidak aneh, oleh kalangan guru-guru kita: para kiai dan ulama-ulama pesantren kharismatik yang lebih mewarisi spirit dakwah Wali Songo, prilaku-prilaku kelompok tersebut sering dikatakan dengan bahasa sindirian: “amar ma’ruf nyambi munkar”, bukan amar ma’ruf nahi munkar.

Hadirin sidang Jum’at yang dimuliakan Allah,
Ayat lain yang juga sangat penting kita renungkan dalam menapaki kehidupan ini adalah firman Allah berikut:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى...
(watazawwaduu fa-inna khayra alzzaadi alttaqwaa)

“Persiapkanlah bekal, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. al-Baqoroh: 197)

Meskipun konteks ayat ini menjelaskan tentang perbekalan dalam perjalanan ibadah haji, namun sesungguhnya ayat itu juga menjelaskan gambaran ketika manusia akan menghadap Allah di padang mahsyar kelak. Di mana, ibadah haji merupakan miniatur gambaran manusia yang akan dikumpulkan di padang mahsyar seperti halnya mereka berkumpul di padang Arafah. Maka, bekal utama yang dapat menyelamatkan manusia adalah taqwa.

Firman Allah di atas juga mengandung makna tersirat bahwa manusia memiliki 2 macam perjalanan, yakni perjalanan di dunia dan perjalanan dari dunia menuju akherat. Perjalanan manusia di dunia memerlukan bekal, baik bekal berupa makanan, minuman, harta, pangkat dan kedudukan, kendaraaan, dan sebagainya. Demikian pula perjalanan manusia dari dunia menuju akherat, juga memerlukan bekal. Bahkan bekal perjalanan yang dibutuhkan dari dunia menuju akhirat ini jauh lebih penting dari pada perbekalan di dunia.
Imam Abu Abdillah Muhammad bin Umar bin al-Husain bin al-Hasan, at-Tamimi, al-Bakri, at-Thabaristani, ar-Rozi, atau yang populer dengan nama Imam Fakhruddiin (Kebanggaan Islam), seorang mufassir dan ulama besar bermadzhab Syafi’i di zamannya, dalam dalam tafsirnya yang berjudul Tafsir al-Kabir atau Mafaatih al-Ghaib, menyebutkan 5 perbandingan antara perbekalan di dunia dan perbekalan di akherat:

Pertama, perbekalan dalam perjalanan di dunia, akan menyelamatkan manusia dari ancaman penderitaan yang BELUM TENTU terjadi. Sedangkan bekal perjalanan dari dunia menuju akherat, akan menyelamatkan manusia dari penderitaan yang PASTI terjadi jika seseorang tidak membawa bekal.

Kedua, perbekalan dalam perjalanan di dunia, akan menyelamatkan manusia dari kesulitan sementara. Tetapi bekal perjalanan dari dunia menuju akherat, akan menyelamatkan manusia dari kesulitan selama-lamanya yang tiada tara dan tiada batasnya.

Ketiga, perbekalan dalam perjalanan di dunia, akan menghantarkan manusia pada kenikmatan sesaat, dan pada saat yang sama ia juga mengalami rasa sakit, keletihan dan kepayahan. Sementara bekal perjalanan dari dunia menuju akherat, akan membuat manusia terlepas dari marabahaya apapun dan terlindung dari kebinasaan yang sia-sia.

Keempat, perbekalan dalam perjalanan di dunia, pada saatnya akan kita lepaskan dan kita tinggalkan di tengah perjalanan. Adapun bekal perjalanan dari dunia menuju akherat, senantiasa akan kita bawa, dan kita akan lebih banyak menerima bekal-bekal tambahan hingga kita sampai pada tujuan, yaitu akherat.

Kelima, perbekalan dalam perjalanan di dunia, akan mengantarkan manusia pada kepuasan syahwat dan hawa nafsu yang rendah. Sedangkan bekal perjalanan dari dunia menuju akherat, akan semakin membawa manusia pada kesucian dan kemuliaan karena yang ia bawa adalah sebaik-baik bekal. (Tafsir ar-Raazi 5/168)

Hadirin sekalian hadaniyallahu wa iyyakum,
Demikian uraian khutbah yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat khususnya bagi pribadi khathib dan umumnya bagi seluruh jama’ah sekalian.

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ, إِنَّ الإِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ, إِلاَّ الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ. بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.


Khutbah Kedua
إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَلِيُّ الصَّالِحِينَ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا خَاتَمُ الأَنْْْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ., أَمَّابعد,
Innal hamdalillahi robbal’aalamiin wa asyhadu an laa ilaaha illahllaahu wa liyyash shalihiina wa asyhadu anna muhammadan khaatamul anbiyaai wal mursaliina allahumma shalli ‘alaa muhammadan wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollayta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim.Wa barok ‘alaa muhammadin wa ‘alaa aali muhammadin kamaa baarokta ‘alaa ibroohiima wa ‘alaa alii ibroohiim, innaka hamiidum majiid.
Ammaa ba’ad..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبّنَا لاَتُؤَاخِذْ نَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلََى اّلذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا رَبّنَا وَلاَ تًحَمّلْنَا مَالاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ.
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ. والحمد لله رب العالمين.
Allahummagh fir lilmuslimiina wal muslimaati, wal mu’miniina wal mu’minaatil ahyaa’I minhum wal amwaati, innaka samii’un qoriibun muhiibud da’waati.
Robbanaa laa tuaakhidznaa in nasiinaa aw akhtho’naa. Robbanaa walaa tahmil ‘alaynaa ishron kamaa halamtahuu ‘alalladziina min qoblinaa.Robbana walaa tuhammilnaa maa laa thooqotalanaa bihi, wa’fua ‘annaa wagh fir lanaa war hamnaa anta maw laanaa fanshurnaa ‘alal qowmil kaafiriina.
Robbana ‘aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhiroti hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin.


Sumber : http://mckahlil.blogspot.co.id/2014/03/khutbah-jumat-refleksi-makna-perjalanan.html

Disqus Shortname

designcart

Comments system

[blogger][disqus][facebook]